22.54

menjadi dewasa bukanlah pilihan yang saya suka, namun menjadi dewasa adalah tuntutan diri. sebenarnya aku benci untuk menjadi dewasa. Menjadi dewasa berarti semakin banyak beban yang saya tanggung. Semakin berat hidup kedepan. Yang paling aku takutkan menjadi dewasa adalah hilangnya kasih sayang mereka. Orang tuaku.


Dulu, setiap mereka pergi dan sampai dirumah akulah yang mereka cari pertama kali. Bahkan dulu sekali sewaktu aku masih kecil, mereka sengaja masuk ke kamarku ketika aku sudah terlelap hanya untuk menciumku. Ketika aku belum pulang mereka selalu menanya keberadaanku dan menyuruhku lekas pulang pada saat itu aku sangat sebal. Ketika aku sakit, mereka mengizinkan aku untuk tidur bersama mereka. Begitu banyak kasih sayang yang mereka berikan padaku.

Sekarang, kedewasaan itu dituntut ada dalam diriku. Aku ingin menjadi dewasa agar mereka bahagia. Walau kadang dalam hati kecilku aku rindu perhatian-perhatian kecil yang dulu mereka berikan. Seperti mengecek kamarku ketika malah hari, menelfon diriku hanya untuk tau bagaimana keadaanku dan ketika aku dirumah dan mereka baru pulang, akulah orang yg pertama mereka cari. Aku merindukan hal-hal itu. Hal-hal yang harus aku tepis karena harus menjadi seorang yang dewasa. dalam kata lain mandiri.


Semakin aku dewasa, semakin tua lah mereka. Ya Tuhan, ini hal yang paling aku takutnya. Jika mereka meninggalkan aku. Aku benci untuk jadi dewasa, aku benci untuk melihat orang tuaku beranjak tua. Aku benci melihat orang yang mengajari aku jalan malah tidak kuat untuk berjalan lama. Aku benci melihat orang yang mengajari aku berbicara dan banyak hal malah lupa akan hal-hal kecil. Rasanya ingin aku pause waktu ini sehingga tidak akan kejadian-kejadian yang aku benci.


Dulu, tidak pernah aku memikirkan hal sedemikian rupa sampai pada saatnya aku sendiri, dan merindukan mereka..

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Google+ Followers