Opini seorang mahasiswa

17.18

Wacana kepindahan kampus Unpad di jalan Dipatiukur Bandung sudah merekah sejak tahun 90an. Kembali booming, pada tahun ini 2011. Disebutkan di website resmi Universitas Padjajaran Kegiatan Rektorat akan berpindah ke Jatinangor terhitung Januari 2012. Begitu banyak pro dan kontra akan masalah ini. Kepindahan Rektorat ini, di karenakan telah di bangunnya gedung rektorat baru yang berletak di Jatinangor dengan fasilitas yang lebih baik dan dapat menunjang sistem perkuliahan. Tidak disebutkan dengan spesifik apakah terhitung januari 2012 tersebut, dua fakultas yang berada di jalan Dipatiukur turut di pindahkan ke Jatinangor. Belum ada kepastian jelas, mengingat seluruh fasilitas yang menujang fakultas tersebut telah tersedia dia disana.


Saya, sebagai Mahasiswi Unpad jurusan Hukum memiliki sebuah Opini. Banyak dari teman kami bahkan dosen kami, menolak untuk dipindahkan ke Jatinangor. Jujur saja, salah satu alasan mengapa saya memilih fakultas hukum adalah karena berlokasi di Kota Bandung, dan mudah dijangkau oleh banyak akses. Selain itu, banyak tempat-tempat hiburan untuk mengusir penat. Itu alasan dari sudut pandang Fasilitas Non-Akademik. Selain itu, Fasilitas-Fasilitas yang telah ada di Kampus Dipatiukur sudah sangat menunjang segala prasarana perkuliahan. Mulai dari, gedung kuliah yang nyaman, Perpustakaan yang sangat bagus dan modern, Taman Hukum tempat yang sangat strategis untuk mengerjakan tugas bersama, Rapat kepanitiaan maupun nongkrong, Tempat parkir yang sangat luas, dan juga baru saja di bangun gedung baru tepat di belakang jalan dipatiukur, yaitu di jalan Imam Bonjol. Gedung tersebut sangat bagus, adanya ruang-ruang yang mampu menampung prasarana UKMF mahasiswa dan lokasi sidang skripsi. Sungguh sangat strategis. Selain itu, kunjungan lembaga yang sangat berhubungan dengan fakultas hukum adalah kunjungan ke lembaga-lembaga kenegaraan, seperti Pengadilan Negri yang berlokasi di kota Bandung. Hal tersebut sangat memudahkan mahasiswa karena jarak tempuh yang tidak begitu jauh. itu dari sudut pandang akademis


Sudut pandang sosiologis, jelas akan mengurangi mata pencaharian orang-orang yang bergantung pada kampus tersebut. Bukan hanya pegawai intra kampus, namun juga pencari rezeki di luar kampus. Misalnya, rumah makan rumah makan yang bertebaran mengelilingi kampus, jelas bahwa pangsa pasar mereka adalah Mahasiswa dan Dosen. Belum lagi, Usaha foto kopi dan percetakan untuk menujang kebutuhan mahasiswa. Dan terakhir para pengusaha Kostan. Ini sangat jelas berdampak. Dengan kepindahan ke jatinangor bisa menyebabkan kematian perekonomian kostan di daerah Dipatiukur yang di dominasi oleh mahasiswa Unpad.

Selain Kontra, dari sisi baiknya kita dapat melihat jika kampus di pindahkan ke Jatinangor adalah,  Terpusatnnya semua kegiatan. Sehingga memudahkan civitas akademika untuk berurusan dengan rektorat. Menghilangkan persepsi diskriminasi sosial yang timbul antara fakultas-fakultas yang ada. dan pastinya membuka lapangan pekerjaan baru di Jatinangor.

Semua ada sisi positif dan negatif. Opini saya, sebenarnya saya kurang setuju untuk di pindahkan ke jatinangor. Karena, prasarana di sana kurang memadai untuk fakultas yang saya ambil, dan jarak tempuh dari tempat asal saya pun jauh. Kedua akses kesana pun tidak segampang di Bandung. Ketiga kurangnya tempat hiburan. Namun, jika keputusan memang harus pindah dan tidak bisa di ganggu gugat, pasti akan saya turuti. Karena, pada dasarnya kami harus mendukung penuh kebijakan universitas

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Google+ Followers