LGBT ?

22.06

Hai blog! How are you ?
It’s been ages to do a self-thoughts, so give it a shot ?

LGBT which is Lesbian Gay Bisex and Transgender became a Rave this pas fewdays. Since, America legalize that kind of marriage, it occurs a pro and cons a the same time. Well, I wont talk about America either… but here in Indonesia J

Personally, as a Woman, I 100% against LGBT-Marriage. So many consideration about that and the most important reason is a Religion. Since, this post is Indonesian-scope only, that’s why I’ll write in Bahasa.

As we know, di Indonesia sendiri ini menjadi sensitive-debatable-issue, yang membuat gue akhirnya bikin tulisan ini adalah setelah nonton acara debat di TV One mengangkat tema tentang LGBT. I won’t be neutral position because, yes, I totally disagree with that! Semenjak dilegalkan nya pernikahan LGBT di Amerika, banyak sekali mengundang komentar-komentar orang gak ketinggalan beberapa artis Indonesia juga mensupport itu. Bahkan yang lebih disayangkan ada beberapa orang yang berharap pernikahan LGBT ini dilegalkan di Indonesia, astagfirulahalladzim. Bukan bermaksud sok pinter, apalagi sok suci (gue sendiri sadar ilmu agamanya masih sangat kurang) but here they are some of my points

1. Tidak ada satupun instrumen hukum Indonesia yang melegalkan.
Sepanjang sepengetahuan gue belum ada instrumen hukum yang melegalkan pernikahan LGBT ini. Mengutip isi dari Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan ;

“Pasal 1
Perkawinan ialah ikatan batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Mahaesa”

Sudah tertulis dengan sangat jelas sekali, bahwa perkawinan atau pernikahan adalah antara seorang PRIA dan WANITA, yang memiliki tujukan membentuk KELUARGA dan berdasarkan KETUHANAN YANG MAHAESA.

Dari segi hukum pun, yang diakui pernikahan adalah bagi pasangan pria dan wanita. Kenapa harus pria dan wanita ? karena dalam pernikahan memiliki tujuan yaitu membentuk keluarga. Kelurga itu sendiri biasanya terdiri dari ayah ibu dan anak(-anak). Seperti yang kita tahu tidak semua pasangan suami istri berhasil mendapatkan anak, apalagi pernikahan LGBT. Terlebih lagi yang menurut gue paling fundamental adalah berdasarkan KETUHANAN YANG MAHAESA. As a Moeslem gue percaya bahwa pernikahan sesama jenis itu dilarang. Seperti kisahnya Nabi Luth A.S pada zamannya banyak sekali yang menikah sejenis dengan kuasa Allah ditimpakannya lah azab bagi mereka. Tapi gue pun percaya semua agama tidak ada yang menyetujui pernikahan sesama jenis.

2. I’m a Woman
sebagai perempuan pastinya suatu saat gue ingin mempunyai anak dong, ketika gue udah diberkahi anak, semua tanggung jawab ada di pundak gue. Ketika lingkungan telah melegalkan pernikahan sesama jenis, perasaan gue nanti sebagai seorang ibu pasti akan penuh ketakutan dengan pergaulan LGBT, because simply, gue pengen punya keturunan dengan moral (agama) yang baik.

3. Hak Asasi Manusia ?
its my defense to those who said its all about human rights. And yes, hak asasi manusia dijamin di UUD 45 Pasal 28 dan turunannya. Tapi setiap hak seseorang selalu dibatasi dengan kewajiban. Kadangkala, kewajiban itu dikemas dalam bentuk hukum. As Roscoe pond once said “law as tool social engineering”. Karena itu, hukum ada untuk mengatur kehidupan manusia, salah satunya mengenai ini. Saya pun yakin secara hukum positif mereka yang LGBT memiliki hak yang sama dengan orang lainnya, gue jabarkan satu-satu ya…

Hak mempertahankan hidup
Hak membentuk keluarga dan melanjtkan keturunan melalui perkawinan yang sah
Hak pengembangan diri
Hak keadilan dimata hukum
Hak memeluk agama / berpendapat / kewarganegaraan / berserikat
Hak berkomunikasi
Hak perlindungan diri
Hak hidup sejahtera dan mendapatkan jaminan sosial
Hak hidup tanpa diskriminasi


Semua diatas berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia, baik pria maupun wanita. Namun khusus dalam pernikahan, ya harus menurut dengan UU perkawinan. Inget! Tiap hak selalu dibatasi dengan 2 hal. Satu, hak orang lain dan kedua kewajiban. Either kewajiban terhadap agama ataupun negara.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Google+ Followers